Pernahkah kita berfikir bahwa Allah telah melipatkan nikmatnya dari ujung rambut hinggga ke bawah telapak kaki?Apabila kita mencoba untuk menghitungnya,mustahil untuk bisa melakukannya, inilah kebenaran firman Allah,
“Jika kamu menghitung nikmat Allah,niscaya kamu tidak sanggup menghitungnya” (QS ibrahim:34)
Kenapa kita tidak bisa menghitungnya? Karena saking berlipatnya nikmat Allah ini, sehingga kita merasa itu bukan nikmat Allah,kita merasa itu memang kepunyaan kita, hak yang kita dapatkan dari Allah. Sehingga kita menganggap emua yang kita miliki, kekayaan , kesehatan, keamanan negeri,kita merasa bahwa memang kita pantas mendpatkannya, atas jerih payah kita dengan mengabaikan Allah.
“Dan Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin”(Luqman:20)
Kita akan merasa bahwa itu semua merupakan nikmat yang berlipat yang telah Allah beri tatkala mendapat musibah,kepala yang biasanya nyaman QodarullahAllah kasih migraine (sakit kepala sebelah),apa yang kita rasakan, sakit bukan kepalang,saat itu kita baru merasa nikmatnya sehat yang telah Allah berikan.
Tangan yang biasanya kuat untuk mengangkat beban berat sekalipun, Qodarullah Alloh patahkan tangan kita,masya Allah sakitnya bukan main,sehingga untuk angkat bayi aja tidak kuat,baru kita merasakan nikmatnya punya tangan yang sehat.
“Maka nikmat rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Arrahman :13)
Pernahkah kita sadari, kita bisa tisur nyenyak, sedangkan tetangga kita, gelisah tidak bisa tidur karena sakit,atau pernahkah kita bersyukur, masih dapat menyantap makanan yang lezat, sedangkan disekitar kita masih banyak orang yang kelaparan ?.
Maukah kita menukar tangan kita dengan untaian mutiara, sementara tangan kita buntung, atau sebuah kalung permata nan indah, sedangkan mata kita buta ?, tentu saja kita tidak akan mau.
Kita tidak menyadari sebenarnya kita berada dalam kenikmatan yang tiada tara dan kesempurnaan tubuh. Kita masih merasa resah gelisah,suntuk sedih,meskipun kita masih punya beras untuk makan besok, air hangat,masih dapat tidur pulas,dan kesehatan untuk berbuat lebih banyak.
Kita acapkali memikirkan hal yang tidak ada,dan berfikir keras untuk mendapatkannya, padahal kita masih punya kebahagiaan,kenikmatan, karunia dan nikmat yang lainnya.Pikirkanlah dan bersyukurlah Karena Allah telah melebihkan nikmatnya, meskipun rasa syukur kita tidak akan pernah cukup untuk membalas nikmatNya.
“dan pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan “ (QS Addzariyat:21)
Saturday, 15 August 2009
Berpikir dan Bersyukurlah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment